Sejarah
Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan merupakan hasil transformasi organisasi Kementerian Keuangan dalam rangka memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang/jasa dan menjawab kebutuhan organisasi akan pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) dan pengadaan barang/jasa yang semakin kompleks.
Sebelum terbentuknya Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan, fungsi pengelolaan BMN dilaksanakan oleh Biro Perlengkapan, sedangkan fungsi penyelenggaraan pengadaan barang/jasa dilaksanakan oleh Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 217/PMK.01/2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, tugas dan fungsi Biro Perlengkapan dan Pusat Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dilebur menjadi satu unit organisasi baru, yaitu Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan, untuk meningkatkan tata kelola yang lebih terintegrasi dan efektif
Pembentukan Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan menjadi tonggak penting dalam modernisasi tata kelola internal Kementerian Keuangan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan mengusung slogan “Pastikan Aset Kita” sebagai wujud komitmen untuk memastikan setiap aset negara dikelola secara optimal serta setiap proses pengadaan dilaksanakan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Komitmen tersebut diperkuat dengan nilai PASTI, yang merupakan akronim dari Profesional, Akuntabel, Sinergi, Transparan, dan Inovatif, sebagai pedoman bagi seluruh pegawai dalam memberikan layanan kepada para pemangku kepentingan.