27 Juni 2022
Info Pasti Edisi VIII Tahun 2022
1374 Views

Penyelenggaraan presidensi G20 pada tahun 2022 di Indonesia merupakan sebuah momentum untuk menunjukkan di mata dunia bahwa di masa kondisi pandemi COVID-19 yang berangsur mulai membaik ini, Indonesia mampu untuk bangkit kembali dari keterpurukan. Sebagaimana slogan presidensi G20 Indonesia 2022 ini ialah Recover Together, Recover Stronger.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia turut berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan presidensi G20 Indonesia 2022 ini khususnya pada Financial Track yang mencakup pertemuan yang diadakan antara Menteri Keuangan dan Ekonomi, Gubernur Bank Sentral, Wakil Menteri dan Sherpa (perunding) yang ditunjuk oleh masing-masing kementerian ekonomi,
terutama berfokus pada masalah ekonomi, keuangan, moneter dan perpajakan.

G20 merupakan sebuah platform multilateral strategis yang menghubungkan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia. G20 memiliki posisi yang strategis di dalam menentukan masa depan pertumbuhan ekonomi dunia. Hal ini dikarenakan secara kolektif, anggota G20 merepresentasikan lebih dari 80 persen perekonomian dunia, 75 persen perdagangan internasional, dan 60 persen populasi dunia, yang anggotanya terdiri dari Argentina, Australia, Brasil, Kanada, Cina, Prancis, Jerman, India, Indonesia, Italia, Jepang, Republik Korea, Meksiko, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Turki, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, serta Spanyol yang diundang sebagai tamu tetap.

Saat ini, pandemi global telah mempengaruhi setiap aspek hidup masyarakat, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perdagangan internasional. Pada saat yang sama, kesenjangan dalam kapasitas negara-negara untuk mengatasi krisis terus menghalangi dunia untuk sepenuhnya mengendalikan masalah dan krisis bersama yang kita hadapi saat ini.

Memahami tantangan dan perlunya upaya kolektif dalam mengatasi krisis, Indonesia akan fokus pada tiga pilar utama untuk Presidensi G20 Indonesia 2022 yaitu: Mempromosikan Produktivitas; Meningkatkan Ketahanan, dan Stabilitas; dan Memastikan Pertumbuhan yang
Berkelanjutan dan Inklusif. Melalui pilar-pilar tersebut, Indonesia akan terus memimpin usaha di dalam memastikan akses yang adil terhadap vaksin COVID-19, mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif melalui partisipasi UMKM dan ekonomi digital. Sekaligus menjaga aspirasi untuk terus meningkatkan kapasitas kolektif kita dalam mengamankan kemakmuran bersama dunia, melalui berbagai upaya reformasi perpajakan global, kerjasama yang lebih kuat dalam memerangi korupsi, pendalaman pembiayaan infrastruktur, dan mendorong kerjasama internasional yang lebih demokratis dan representatif.